Inggris: Rusia Harus Tarik Pasukan dari Ukraina Jika Ingin Bernegosiasi

Minggu, 27 Februari 2022 - 22:00 WIB
"Saya telah menyusun daftar sasaran oligarki. Kami sedang berupaya menyelesaikan kasus-kasus dan setiap beberapa minggu kami akan memberikan sanksi kepada oligarki baru. Akan ada program sanksi yang bergulir. Tidak akan ada tempat untuk bersembunyi," lanjutnya.

Tetapi dia mengatakan, bahwa sanksi akan membutuhkan waktu untuk menurunkan, tidak hanya ekonomi Rusia tetapi juga "mesin perang" Rusia. Dia juga memperingatkan bahwa konflik Rusia-Ukraina bisa berlangsung "beberapa tahun" dan dunia perlu bersiap untuk Moskow "untuk berusaha menggunakan senjata yang lebih buruk".

Baca: Turki Akan Kirim Konvoi Bantuan Kemanusiaan ke Ukraina

"Saya khawatir ini akan menjadi jangka panjang, ini bisa beberapa tahun," kata Truss. "Ini bisa menjadi beberapa tahun, karena apa yang kita tahu adalah Rusia memiliki kekuatan yang kuat dan kita tahu bahwa Ukraina berani dan mereka bertekad untuk membela kedaulatan dan integritas teritorial mereka," tambahnya.

Truss juga mengatakan, bahwa intelijen menunjukkan bahwa pasukan Ukraina "terus melawan kemajuan Rusia" dan bahwa tidak ada "perubahan signifikan" dalam semalam. Namun dia memperingatkan, Presiden Rusia Vladimir Putin dapat menggunakan senjata yang lebih mematikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!