Australia dan Selandia Baru Desak Warganya di Ukraina untuk Pergi
Sabtu, 12 Februari 2022 - 17:09 WIB
"Aotearoa Selandia Baru tidak memiliki perwakilan diplomatik di Ukraina dan oleh karena itu kemampuan pemerintah untuk memberikan bantuan konsuler kepada warga Selandia Baru di Ukraina sangat terbatas," kata Kementerian Luar Negeri Selandia Baru dalam sebuah pernyataan.
"Situasi keamanan di Ukraina dapat berubah dalam waktu singkat dan warga Selandia Baru tidak boleh bergantung pada dukungan dengan evakuasi dalam keadaan seperti ini," lanjut pernyataan tersebut.
Baca: Ketegangan Meningkat, AS Pindahkan Skuadron F-16 dari Jerman ke Rumania
Peringatan itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, yang meninggalkan Australia pada Sabtu, mengatakan bahwa Rusia dapat melancarkan invasi ke Ukraina kapan saja dan AS serta negara-negara lain mendesak warganya untuk meninggalkan Ukraina.
Hingga kini ketegangan di Ukraina terus meningkat. Pihak Barat menuduh Rusia telah menumpuk pasukan di dekat perbatasan Ukraina dan siap melakukan invasi dalam waktu dekat. Sementara Rusia membantah berniat untuk melakukan invasi ke Ukraina.
"Situasi keamanan di Ukraina dapat berubah dalam waktu singkat dan warga Selandia Baru tidak boleh bergantung pada dukungan dengan evakuasi dalam keadaan seperti ini," lanjut pernyataan tersebut.
Baca: Ketegangan Meningkat, AS Pindahkan Skuadron F-16 dari Jerman ke Rumania
Peringatan itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, yang meninggalkan Australia pada Sabtu, mengatakan bahwa Rusia dapat melancarkan invasi ke Ukraina kapan saja dan AS serta negara-negara lain mendesak warganya untuk meninggalkan Ukraina.
Hingga kini ketegangan di Ukraina terus meningkat. Pihak Barat menuduh Rusia telah menumpuk pasukan di dekat perbatasan Ukraina dan siap melakukan invasi dalam waktu dekat. Sementara Rusia membantah berniat untuk melakukan invasi ke Ukraina.
(esn)
Lihat Juga :