Gunakan Sperma Sendiri, Dokter Kesuburan di Belanda Jadi Ayah Bagi 21 Anak
Rabu, 02 Februari 2022 - 21:49 WIB
Jue mengatakan protokol tahun 1970-an dan 1980-an, ketika perawatan kesuburan masih dalam masa pertumbuhan, tidak ada hubungannya dengan yang ada sekarang.
“Tampaknya dokter ini menyumbangkan spermanya sendiri dan menggunakannya untuk membuahi calon ibu yang mengharapkan sperma secara anonim," bunyi pernyataan yang dikeluarkan pihak rumah sakit.
“Pada tahun-tahun dokter ini bekerja, hampir tidak ada peraturan tentang program kesuburan. Lapangan itu masih berkembang," sambung pernyataan itu.
“Kami ingin menekankan bahwa situasinya sekarang benar-benar berbeda. Kami menggunakan protokol nasional dan bekerja secara konsisten dan hati-hati. Metode kerja kami diperiksa secara berkala melalui audit,” tegas pihak rumah sakit dalam pernyataannya.
Baca juga: Dijuluki Sperminator, Donor Sperma Yahudi Ini Hasilkan Hampir 100 Anak
Berdasarkan undang-undang yang mulai berlaku pada tahun 2004, orang-orang di Belanda memiliki hak untuk mengetahui identitas orang tua kandung mereka setelah mereka mencapai usia 16 tahun.
“Tampaknya dokter ini menyumbangkan spermanya sendiri dan menggunakannya untuk membuahi calon ibu yang mengharapkan sperma secara anonim," bunyi pernyataan yang dikeluarkan pihak rumah sakit.
“Pada tahun-tahun dokter ini bekerja, hampir tidak ada peraturan tentang program kesuburan. Lapangan itu masih berkembang," sambung pernyataan itu.
“Kami ingin menekankan bahwa situasinya sekarang benar-benar berbeda. Kami menggunakan protokol nasional dan bekerja secara konsisten dan hati-hati. Metode kerja kami diperiksa secara berkala melalui audit,” tegas pihak rumah sakit dalam pernyataannya.
Baca juga: Dijuluki Sperminator, Donor Sperma Yahudi Ini Hasilkan Hampir 100 Anak
Berdasarkan undang-undang yang mulai berlaku pada tahun 2004, orang-orang di Belanda memiliki hak untuk mengetahui identitas orang tua kandung mereka setelah mereka mencapai usia 16 tahun.
(ian)
Lihat Juga :