Produsen Senjata AS Raup Untung di Balik Konflik Ukraina-Rusia

Sabtu, 29 Januari 2022 - 13:13 WIB
Pada hari yang sama, CEO Lockheed Martin Jim Taiclet juga menyarankan investor bahwa kemungkinan keterlibatan Amerika lebih lanjut di Eropa Timur akan baik untuk bisnis.

"Jika Anda melihat tingkat ancaman yang berkembang dan pendekatan yang diambil beberapa negara, termasuk Korea Utara, Iran dan melalui beberapa proksinya di Yaman dan di tempat lain, dan terutama Rusia saat ini, dan China, ada persaingan kekuatan besar baru yang mencakup pertahanan negara dan ancaman terhadapnya,” katanya.

"Sejarah Amerika Serikat adalah, ketika lingkungan itu berkembang, kita tidak duduk dan hanya menontonnya terjadi. Jadi saya tidak dapat berbicara dengan angka, tetapi saya pikir, dan saya secara pribadi khawatir bahwa ancaman itu semakin meningkat, dan kita harus dapat menghadapinya," kata Taiclet.

Dalam earnings call 26 Januari, CFO Boeing Brian West tidak merujuk Ukraina dan Rusia secara langsung, tetapi mengakui bahwa dukungan bipartisan yang kuat untuk pengeluaran militer di Washington telah memastikan bahwa perusahaan melihat permintaan yang stabil.

Menurut Brown University’s Costs of War Project, industri senjata telah menghabiskan USD2,5 miliar untuk melobi pemerintah selama dua dekade terakhir, mempekerjakan rata-rata lebih dari 700 pelobi per tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!