Dituduh Parlemen Prancis Lakukan Genosida terhadap Muslim Uighur, China Murka

Jum'at, 21 Januari 2022 - 19:47 WIB
Resolusi tidak mengikat oleh Majelis Nasional Prancis diadopsi dengan 169 suara yang mendukung dan hanya satu menentang.

Mosi ini menyerukan kepada pemerintah Prancis untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam komunitas internasional dan dalam kebijakan luar negerinya terhadap Republik Rakyat China untuk melindungi kelompok minoritas di wilayah Xinjiang.

"China adalah kekuatan besar. Kami mencintai orang-orang China. Tapi kami menolak untuk tunduk pada propaganda dari rezim yang mengandalkan kepengecutan kami dan ketamakan kami untuk melakukan genosida di depan mata," kata ketua partai Sosialis Olivier Faure.

Dia menceritakan kesaksian kepada parlemen dari para penyintas Muslim Uighur yang menceritakan kondisi di dalam kamp-kamp interniran di mana pria dan perempuan tidak dapat berbaring di sel, menjadi sasaran pemerkosaan dan penyiksaan, serta transplantasi organ paksa.

Pemerintah Prancis telah menolak untuk menyebut perlakuan China terhadap minoritas Uighur sebagai genosida, dengan alasan bahwa itu adalah istilah hukum yang hanya dapat dibuktikan dengan penyelidikan yudisial.

Baca juga: China Kecam Pengadilan Independen Muslim Uighur

Beijing sendiri telah menolak permintaan berulang kali dari Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia untuk mengunjungi wilayah tersebut guna menyelidiki.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang berusaha menghindari terseret ke dalam hubungan yang semakin konfrontatif antara China dan Amerika Serikat, sempat ditanya tentang Uighur saat tampil di hadapan Parlemen Eropa pada hari Rabu.

"Prancis mengangkat ini dengan cara yang sangat jelas dalam semua pembicaraan bilateral kami (dengan Beijing)," katanya kepada anggota Majelis Parlemen Eropa Raphael Glucksmann.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!