Selandia Baru Tak Akan Terapkan Lockdown Meski Omicron Menyebar
Jum'at, 21 Januari 2022 - 02:00 WIB
Ardern mengatakan bahwa dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah omicron terdeteksi di komunitas, negara akan beralih ke pengaturan "merah". Itu akan memungkinkan bisnis tetap buka dan perjalanan domestik berlanjut, tetapi akan mengharuskan anak sekolah untuk memakai masker dan membatasi kerumunan hingga 100 orang.
Saat ini sebagian besar Selandia Baru berada pada pengaturan "oranye", yang mengharuskan pemakaian masker dan bukti vaksinasi tetapi tidak membatasi ukuran kerumunan.
Baca: Selandia Baru Berhasil Lenyapkan Covid-19 untuk Kedua Kalinya
Sekitar 93% penduduk Selandia Baru yang berusia 12 tahun ke atas telah divaksinasi lengkap dan 52% telah mendapatkan suntikan booster. Negara ini baru saja mulai memvaksinasi anak-anak berusia antara 5 dan 11 tahun.
Selandia Baru berhasil menahan penyebaran varian delta, dengan rata-rata sekitar 20 kasus baru setiap hari. Tetapi telah terlihat peningkatan jumlah orang yang tiba di negara itu dan masuk ke karantina wajib yang terinfeksi omicron.
Saat ini sebagian besar Selandia Baru berada pada pengaturan "oranye", yang mengharuskan pemakaian masker dan bukti vaksinasi tetapi tidak membatasi ukuran kerumunan.
Baca: Selandia Baru Berhasil Lenyapkan Covid-19 untuk Kedua Kalinya
Sekitar 93% penduduk Selandia Baru yang berusia 12 tahun ke atas telah divaksinasi lengkap dan 52% telah mendapatkan suntikan booster. Negara ini baru saja mulai memvaksinasi anak-anak berusia antara 5 dan 11 tahun.
Selandia Baru berhasil menahan penyebaran varian delta, dengan rata-rata sekitar 20 kasus baru setiap hari. Tetapi telah terlihat peningkatan jumlah orang yang tiba di negara itu dan masuk ke karantina wajib yang terinfeksi omicron.
Lihat Juga :