Pelaku Pembunuhan Massal Norwegia Bakal Ajukan Pembebasan Bersyarat
Selasa, 18 Januari 2022 - 17:57 WIB
Namun, Jaksa Negara Hulda Karlsdottir memperingatkan bahwa ada risiko Breivik akan melakukan kejahatan baru yang serius setelah dia dibebaskan. Berdasarkan penilaian risiko baru-baru ini, Karlsdottir mengatakan Breivik akan tetap memiliki keinginan dan kemampuan untuk melakukan pembunuhan brutal.
Pendapat yang sama digaungkan oleh Berit Johnsen, profesor riset di University College of Norwegian Correctional Service (KRUS), yang menyebut pembebasan Breivik “tidak mungkin”, dan psikolog Randi Rosenqvist, yang memeriksa Breivik pada 2012 dan diakui mendeteksi tidak ada perubahan besar.
Keluarga korban dan penyintas, serta wartawan Norwegia, mengungkapkan kekhawatiran bahwa Breivik akan menggunakan sidang untuk menyebarkan pandangannya.
Sementara itu Breivik sendiri telah mengirim pesan yang kontradiktif tentang perilakunya, dari mengungkapkan penyesalan hingga mengatakan bahwa dia ingin "melanjutkan perjuangannya" dan menyatakan bahwa kekerasan diperlukan untuk mencapai tujuan politik.
Baca juga: Polisi Norwegia Periksa Kejiwaan Tersangka Serangan Panah Maut
Pada 22 Juli 2011, setelah berbulan-bulan melakukan persiapan yang cermat, Breivik meledakkan bom mobil di luar kantor pusat pemerintah di Ibu Kota Norwegia Oslo, menewaskan delapan orang.
Pendapat yang sama digaungkan oleh Berit Johnsen, profesor riset di University College of Norwegian Correctional Service (KRUS), yang menyebut pembebasan Breivik “tidak mungkin”, dan psikolog Randi Rosenqvist, yang memeriksa Breivik pada 2012 dan diakui mendeteksi tidak ada perubahan besar.
Keluarga korban dan penyintas, serta wartawan Norwegia, mengungkapkan kekhawatiran bahwa Breivik akan menggunakan sidang untuk menyebarkan pandangannya.
Sementara itu Breivik sendiri telah mengirim pesan yang kontradiktif tentang perilakunya, dari mengungkapkan penyesalan hingga mengatakan bahwa dia ingin "melanjutkan perjuangannya" dan menyatakan bahwa kekerasan diperlukan untuk mencapai tujuan politik.
Baca juga: Polisi Norwegia Periksa Kejiwaan Tersangka Serangan Panah Maut
Pada 22 Juli 2011, setelah berbulan-bulan melakukan persiapan yang cermat, Breivik meledakkan bom mobil di luar kantor pusat pemerintah di Ibu Kota Norwegia Oslo, menewaskan delapan orang.
Lihat Juga :