Lukashenko: Ukraina Sedang Bangun Kekuatan di Perbatasan Belarusia
Selasa, 18 Januari 2022 - 04:00 WIB
Dia menunjukkan bahwa operasi khusus sedang berlangsung di perbatasan Ukraina dengan Belarus, dengan hingga 10.000 tentara hadir di daerah tersebut. "Tren saat ini menunjukkan bahwa kontingen militer di perbatasan selatan negara kita sedang dibangun," katanya.
Lukashenko juga mengungkapkan, saat ini lebih dari 30.000 tentara dikumpulkan di Polandia dan negara-negara Baltik di dekat perbatasan Belarusia. “Menurut data sampai sekarang, lebih dari 30.000 tentara dengan perangkat keras militer, persenjataan dan sebagainya dikumpulkan di Polandia di perbatasan dengan Belarus dan di negara-negara Baltik,” katanya.
Baca: Lukashenko Minta Rusia Kerahkan Senjata Nuklir ke Belarusia
Menurutnya, Polandia juga telah beralih ke kepemimpinan NATO dengan permintaan untuk menyebarkan sistem dukungan logistik berlapis-lapis di wilayah tersebut.
"Dan kita lihat apa yang terjadi, Warsawa telah beralih ke kepemimpinan blok Atlantik Utara dengan permintaan untuk menyebarkan logistik berlapis-lapis dan sistem pendukung pemeliharaan di wilayah itu. Sebagai orang yang akrab dengan urusan militer, kami langsung bertanya: Mengapa?" ungkapnya.
Lukashenko juga mengungkapkan, saat ini lebih dari 30.000 tentara dikumpulkan di Polandia dan negara-negara Baltik di dekat perbatasan Belarusia. “Menurut data sampai sekarang, lebih dari 30.000 tentara dengan perangkat keras militer, persenjataan dan sebagainya dikumpulkan di Polandia di perbatasan dengan Belarus dan di negara-negara Baltik,” katanya.
Baca: Lukashenko Minta Rusia Kerahkan Senjata Nuklir ke Belarusia
Menurutnya, Polandia juga telah beralih ke kepemimpinan NATO dengan permintaan untuk menyebarkan sistem dukungan logistik berlapis-lapis di wilayah tersebut.
"Dan kita lihat apa yang terjadi, Warsawa telah beralih ke kepemimpinan blok Atlantik Utara dengan permintaan untuk menyebarkan logistik berlapis-lapis dan sistem pendukung pemeliharaan di wilayah itu. Sebagai orang yang akrab dengan urusan militer, kami langsung bertanya: Mengapa?" ungkapnya.
Lihat Juga :