AS Bisa Bawa 100 Bom Nuklir di Depan Pintu China dan Beijing Tak Dapat Berbuat Banyak

Senin, 17 Januari 2022 - 15:20 WIB
Pakar di Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengatakan program kapal selam balistik Korea Utara masih dalam tahap awal. Sedangkan perkiraan armada enam kapal selam rudal balistik China belum bisa disamakan dengan kekuatan Angkatan Laut AS.

Kapal selam rudal balistik Type 094 China dua kali lebih bising daripada kapal selam AS, dan karenanya lebih mudah dideteksi. Tak hanya itu, menurut analis CSIS, kapal China tersebut membawa lebih sedikit rudal dan hulu ledak.

Alessio Patalano, profesor perang dan strategi di King's College di London, mengatakan selain sinyal politik, kehadiran USS Nevada di kawasan tersebut menghadirkan peluang lain.

“Kehadiran kapal jenis ini–terutama dalam pelatihan–menambah kesempatan penting untuk belajar bagaimana memburu aktor lain di wilayah tersebut,” kata Patalano.

“DPRK (Korea Utara) sedang mengejar pengembangan platform semacam itu, dan China sudah menempatkannya. Mengasah keterampilan untuk melacak mereka sama pentingnya dengan menyebarkannya sebagai pencegah strategis,” katanya.

Terakhir kali boomer Angkatan Laut AS mengunjungi Guam adalah pada tahun 2016, ketika USS Pennsylvania berhenti di sana.

Para analis mengatakan ketegangan di seluruh Indo-Pasifik telah meningkat secara signifikan sejak saat itu, dan lebih banyak pertunjukan militer semacam itu kemungkinan besar dilakukan oleh Washington di kawasan saat ini.

"Pengerahan ini mengingatkan kita bahwa tatanan nuklir di laut di (Indo-Pasifik) penting, dan meskipun sering kali di luar percakapan publik yang lebih luas, kita cenderung melihatnya lebih banyak dalam pengembangan keseimbangan strategis regional," kata Patalano.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!