Ukraina Tangkap Agen Intelijen Rusia yang Rencanakan Serangan di Odessa
Selasa, 11 Januari 2022 - 04:42 WIB
Sebelumnya, Kiev, Washington dan negara-negara Barat telah menyuarakan keprihatinan tentang penumpukan pasukan Rusia di dekat Ukraina dan kemungkinan invasi. Para pejabat AS dan Rusia memulai pembicaraan di Jenewa pada hari Senin untuk mencoba meredakan krisis.
Moskow telah membantah merencanakan serangan dan menuduh Ukraina dan NATO mengobarkan ketegangan, menuntut aliansi yang dipimpin AS menjamin tidak akan memberikan keanggotaan Kiev.
Baca: AS Tak Punya Rencana Kerahkan Sistem Rudal Ofensif di Ukraina
Bulan lalu, Rusia mengatakan bahwa seseorang telah melemparkan bom molotov ke konsulat Rusia di kota Lviv, Ukraina, dan mereka secara resmi memprotes serangan itu, yang disebutnya "tindakan terorisme".
Hubungan Ukraina dengan Rusia runtuh pada 2014 setelah aneksasi Rusia atas Krimea dan pasukan yang didukung Moskow merebut wilayah di Ukraina timur yang diinginkan Kiev kembali. Kiev mengatakan sekitar 15.000 orang telah tewas dalam pertempuran sejak itu.
Moskow telah membantah merencanakan serangan dan menuduh Ukraina dan NATO mengobarkan ketegangan, menuntut aliansi yang dipimpin AS menjamin tidak akan memberikan keanggotaan Kiev.
Baca: AS Tak Punya Rencana Kerahkan Sistem Rudal Ofensif di Ukraina
Bulan lalu, Rusia mengatakan bahwa seseorang telah melemparkan bom molotov ke konsulat Rusia di kota Lviv, Ukraina, dan mereka secara resmi memprotes serangan itu, yang disebutnya "tindakan terorisme".
Hubungan Ukraina dengan Rusia runtuh pada 2014 setelah aneksasi Rusia atas Krimea dan pasukan yang didukung Moskow merebut wilayah di Ukraina timur yang diinginkan Kiev kembali. Kiev mengatakan sekitar 15.000 orang telah tewas dalam pertempuran sejak itu.
(esn)
Lihat Juga :