Kazakhstan Kacau Balau, Rusia Cs Siap Kirim Pasukan
Kamis, 06 Januari 2022 - 08:04 WIB
Kazakhstan sudah lama dipandang sebagai salah satu republik pecahan Uni Soviet yang paling stabil di Asia Tengah. Namun, negara yang kaya energi ini menghadapi krisis terbesarnya dalam beberapa dasawarsa setelah pengunjuk rasa yang marah atas kenaikan harga bahan bakar menyerbu gedung-gedung pemerintah.
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengatakan dalam sebuah pidato untuk rakyatnya pada Kamis (6/1/2022) pagi bahwa dia telah mengajukan bantuan militer ke Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Rusia.
Aliansi militer CSTO tersebut mencakup lima negara pecahan Soviet lainnya. Menurut Tokayev, bantuan militer dibutuhkan untuk memerangi apa yang disebutnya "kelompok teroris" yang telah menerima pelatihan ekstensif di luar negeri.
Ketua CSTO, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, kemudian mengatakan di Facebook bahwa aliansi akan mengirim pasukan penjaga perdamaian kolektif.
"Untuk jangka waktu terbatas guna menstabilkan dan menormalkan situasi di negara itu yang disebabkan oleh gangguan dari luar," katanya, seperti dikutip AFP.
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengatakan dalam sebuah pidato untuk rakyatnya pada Kamis (6/1/2022) pagi bahwa dia telah mengajukan bantuan militer ke Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Rusia.
Aliansi militer CSTO tersebut mencakup lima negara pecahan Soviet lainnya. Menurut Tokayev, bantuan militer dibutuhkan untuk memerangi apa yang disebutnya "kelompok teroris" yang telah menerima pelatihan ekstensif di luar negeri.
Ketua CSTO, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, kemudian mengatakan di Facebook bahwa aliansi akan mengirim pasukan penjaga perdamaian kolektif.
"Untuk jangka waktu terbatas guna menstabilkan dan menormalkan situasi di negara itu yang disebabkan oleh gangguan dari luar," katanya, seperti dikutip AFP.
Lihat Juga :