Minta AS dan Rusia Kurangi Bom Atom, China Terus Modernisasi Senjata Nuklirnya
Rabu, 05 Januari 2022 - 05:22 WIB
Lima kekuatan nuklir juga berkomitmen untuk pelucutan senjata penuh di masa depan dari senjata atom, yang hanya digunakan dalam konflik dalam pengeboman AS di Jepang pada akhir Perang Dunia II.
Tetapi menyelaraskan retorika itu dengan kenyataan tidak akan mudah pada saat ketegangan meningkat antara kekuatan global yang sama itu.
Ada kekhawatiran global yang berkembang tentang modernisasi militer China terutama setelah angkatan bersenjatanya tahun lalu mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan rudal hipersonik yang dapat terbang dengan lima kali kecepatan suara.
Amerika Serikat juga mengatakan China memperluas persenjataan nuklirnya dengan sebanyak 700 hulu ledak pada tahun 2027 dan mungkin 1.000 hulu ledak pada tahun 2030.
Pada hari Selasa, China membela kebijakan senjata nuklirnya dan mengatakan Rusia dan Amerika Serikat sejauh ini kekuatan nuklir terbesar di dunia—harus membuat langkah pertama dalam pelucutan senjata.
“AS dan Rusia masih memiliki 90 persen kepala perang nuklir di Bumi,” kata Fu Cong.
Tetapi menyelaraskan retorika itu dengan kenyataan tidak akan mudah pada saat ketegangan meningkat antara kekuatan global yang sama itu.
Ada kekhawatiran global yang berkembang tentang modernisasi militer China terutama setelah angkatan bersenjatanya tahun lalu mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan rudal hipersonik yang dapat terbang dengan lima kali kecepatan suara.
Amerika Serikat juga mengatakan China memperluas persenjataan nuklirnya dengan sebanyak 700 hulu ledak pada tahun 2027 dan mungkin 1.000 hulu ledak pada tahun 2030.
Pada hari Selasa, China membela kebijakan senjata nuklirnya dan mengatakan Rusia dan Amerika Serikat sejauh ini kekuatan nuklir terbesar di dunia—harus membuat langkah pertama dalam pelucutan senjata.
“AS dan Rusia masih memiliki 90 persen kepala perang nuklir di Bumi,” kata Fu Cong.
Lihat Juga :