Peringati Pembunuhan Jenderal Iran, Demonstran Irak Bakar Replika Kedubes AS

Minggu, 02 Januari 2022 - 14:16 WIB
Washington sendiri baru-baru ini mengumumkan diakhirinya misi tempur 'kontra-terorisme' di Irak, tetapi telah mempertahankan pasukan di negara itu dengan dalih pelatihan dan dukungan penasihat.

Baca juga: Pasukan Pimpinan AS Akhiri Misi Tempur di Irak

Abu Mahdi al-Muhandis adalah wakil komandan PMF, dan pembunuhannya pada Januari 2020 bersama Soleimani membuat marah para pemimpin milisi.

Peristiwa ini mendorong mereka untuk memperingatkan bahwa mereka tidak akan menghentikan serangan roket ke fasilitas militer AS serta serangan bom pinggir jalan terhadap konvoi logistik Amerika sampai semua pasukan AS keluar.

Kedutaan Besar AS di Baghdad dalam status siaga awal pekan ini, mengutip peningkatan aktivitas demonstrasi terkait dengan sertifikasi pemilihan Irak, serta batas waktu 31 Desember untuk transisi operasi militer AS di Irak dan peringatan serangan udara 3 Januari yang membunuh Qasem Soleimani.

“Bahkan demonstrasi damai dapat berubah menjadi konfrontatif dan meningkat menjadi kekerasan,” misi itu memperingatkan.

Media lokal melaporkan bahwa pasukan keamanan Irak telah dikerahkan di sekitar Kedutaan Besar AS, dan sistem roket, artileri, serta mortir C-RAM AS telah diaktifkan.

Soleimani dan al-Muhandis tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020, dengan pejabat AS pertama kali mengklaim bahwa komandan kontra-teror Iran itu merencanakan serangan terhadap pasukan AS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!