Ashraf Ghani Salahkan Kesepakatan AS-Taliban Atas Jatuhnya Afghanistan

Jum'at, 31 Desember 2021 - 06:08 WIB
Apa yang terjadi pada akhirnya, kata Ghani, adalah kudeta dengan kekerasan, bukan kesepakatan politik atau proses politik di mana orang-orang terlibat.

"Pekerjaan hidup saya telah dihancurkan. Nilai-nilai saya telah diinjak-injak. Dan saya telah dijadikan kambing hitam," ujarnya.

Ghani diketahui secara diam-diam meninggalkan Kabul pada 15 Agustus lalu di tengah penarikan pasukan AS dan NATO yang kacau, mengakhiri perang selama 20 tahun di negara itu. Ia disebut-sebut turut membawa setumpuk uang curian.

"Saya ingin dengan tegas menyatakan, saya tidak membawa uang ke luar negeri," katanya.

Baca juga: Wanita Afghanistan Turun ke Jalan, Protes Pembunuhan Misterius

Ia pun kembali membela keputusannya meninggalkan Afghanistan yaitu mencegah kehancuran Kabul. Ia mengklaim dua faksi Taliban bersaing untuk menguasai Ibu Kota dan siap untuk masuk serta mengobarkan pertempuran sengit untuk mendapatkan kendali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!