Biden dan Putin Bicara Lewat Telepon, Isinya Sangat Penting
Kamis, 30 Desember 2021 - 19:18 WIB
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengkonfirmasi kepada Sputnik bahwa pembicaraan Biden-Putin akan berlangsung pada Kamis malam (30/12/2021) waktu Moskow.
Baca juga: Patung Cristiano Ronaldo di Goa Picu Badai Amarah Warganet India
Kemudian, Gedung Putih mengkonfirmasi waktu yang diharapkan dari panggilan tersebut.
"15:30 (20:30 GMT) PRESIDEN mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia untuk membahas berbagai topik, termasuk keterlibatan diplomatik yang akan datang dengan Rusia," papar pernyataan Gedung Putih pada Rabu malam (29/12/2021).
Pejabat pemerintah AS mengatakan akan membutuhkan keterlibatan tingkat tinggi untuk menemukan jalan menuju de-eskalasi, sehingga Biden akan mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan Putin dan berbagi komentarnya sendiri.
Namun, pejabat itu mengatakan Amerika Serikat terus melihat kehadiran pasukan Rusia yang signifikan di dekat Ukraina tetapi percaya itu tidak sepenuhnya statis.
“Amerika Serikat akan terus berkomunikasi dengan Rusia bahwa mereka ingin melihat pengurangan kehadiran pasukan di daerah itu,” papar pejabat itu.
Baca juga: Patung Cristiano Ronaldo di Goa Picu Badai Amarah Warganet India
Kemudian, Gedung Putih mengkonfirmasi waktu yang diharapkan dari panggilan tersebut.
"15:30 (20:30 GMT) PRESIDEN mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia untuk membahas berbagai topik, termasuk keterlibatan diplomatik yang akan datang dengan Rusia," papar pernyataan Gedung Putih pada Rabu malam (29/12/2021).
Pejabat pemerintah AS mengatakan akan membutuhkan keterlibatan tingkat tinggi untuk menemukan jalan menuju de-eskalasi, sehingga Biden akan mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan Putin dan berbagi komentarnya sendiri.
Namun, pejabat itu mengatakan Amerika Serikat terus melihat kehadiran pasukan Rusia yang signifikan di dekat Ukraina tetapi percaya itu tidak sepenuhnya statis.
“Amerika Serikat akan terus berkomunikasi dengan Rusia bahwa mereka ingin melihat pengurangan kehadiran pasukan di daerah itu,” papar pejabat itu.
Lihat Juga :