Orangtua di Yunani yang Tak Izinkan Anaknya Bersekolah Diancam Hukuman Penjara
Jum'at, 10 Desember 2021 - 02:17 WIB
Menurutnya, kebijakan ini didasarkan pada hukum yang berlaku dan "sepenuhnya terserah jaksa". Kementerian Pendidikan tidak akan mengejar orangtua secara langsung, tetapi menyediakan perangkat hukum bagi Kepala Sekolah.
“Kami menunjukkan Kepada Sekolah arah (kebijakan) umum, dan kemudian Kepala Sekolah akan memanggil Jaksa,” kata Koptsis.
Baca: Viral Video Siswa Shalat Jumat di Luar Sekolah dalam Cuaca Dingin Picu Kemarahan
Orang tua yang dihukum dengan hukuman penjara dua tahun tidak serta merta dipotong dari anak-anak mereka, karena hukuman hingga lima tahun dapat dibeli dengan tarif yang ditentukan oleh pengadilan, berdasarkan pendapatan terpidana.
Kasus di mana orangtua di Yunani menolak untuk mendaftarkan anak-anak mereka saat ini memang terbilang sedikit, dan Kementerian Pendidikan belum mengumumkannya. Tetapi, sumber-sumber kementerian mengatakan jumlahnya mencapai lusinan.
Di Yunani, para siswa sudah menghadiri sekolah secara langsung pada September 2020, tetapi penguncian diperintahkan dari Oktober hingga Mei 2021, di mana siswa bersekolah secara virtual. Siswa diizinkan untuk kembali ke sekolah selama enam minggu terakhir tahun ajaran dengan mengenakan masker dan melakukan dua tes mandiri seminggu.
“Kami menunjukkan Kepada Sekolah arah (kebijakan) umum, dan kemudian Kepala Sekolah akan memanggil Jaksa,” kata Koptsis.
Baca: Viral Video Siswa Shalat Jumat di Luar Sekolah dalam Cuaca Dingin Picu Kemarahan
Orang tua yang dihukum dengan hukuman penjara dua tahun tidak serta merta dipotong dari anak-anak mereka, karena hukuman hingga lima tahun dapat dibeli dengan tarif yang ditentukan oleh pengadilan, berdasarkan pendapatan terpidana.
Kasus di mana orangtua di Yunani menolak untuk mendaftarkan anak-anak mereka saat ini memang terbilang sedikit, dan Kementerian Pendidikan belum mengumumkannya. Tetapi, sumber-sumber kementerian mengatakan jumlahnya mencapai lusinan.
Di Yunani, para siswa sudah menghadiri sekolah secara langsung pada September 2020, tetapi penguncian diperintahkan dari Oktober hingga Mei 2021, di mana siswa bersekolah secara virtual. Siswa diizinkan untuk kembali ke sekolah selama enam minggu terakhir tahun ajaran dengan mengenakan masker dan melakukan dua tes mandiri seminggu.
Lihat Juga :