Jenderal Polisi Dubai Serukan Invasi Qatar dan Normalisasi dengan Israel

Senin, 08 Juni 2020 - 14:51 WIB
Banyak pihak melalui Twitter mengecam seruan invasi tersebut. Pengguna akun @alhasan454bder berkomentar; "Jika keberanian berarti bagi Anda, Anda tidak akan berbicara tentang mobilisasi negara-negara Arab di negara yang Anda katakan sangat kecil. Kekurangan ini Anda tidak bisa dibuat untuk menggunakan janjaweed...". Janjaweed adalah kelompok serdadu yang bertempur dengan kelompok pemberontak di Darfur, Sudan.

Pengguna akun @Ahmad_alqaqbari menulis; "Ketika Anda menyerukan invasi ke Qatar yang sangat kecil, ini adalah pengakuan bahwa keempat 'negara pemblokade' telah gagal untuk mencoba dan menyerang Qatar dan mereka membutuhkan aliansi yang lebih besar lagi. Secara keseluruhan, Ibn Zayed tahu Qatar tidak membeli senjata dan misil untuk ditempatkan di museum," ujarnya, merujuk Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al-Nahyan.

Tweet jenderal polisi Dubai itu direspons serius oleh para pejabat Qatar. Seprang pejabat dengan akun Twitter @ALThani_M berkomentar; "Bagaimana Twitter mengizinkan tweet seperti itu, yang merupakan ancaman yang jelas dan eksplisit bagi keamanan sebuah negara? Akankah kita melihat tindakan apa pun dari Twitter atau akankah mereka menutup mata terhadap hal ini dan tweet serupa lainnya yang tidak diperhatikan?.

Awal pekan ini, Khalfan juga memicu kontroversi dengan menyerukan normalisasi hubungan dengan Israel. (Baca juga: Hubungan Diputus, Qatar Didepak Koalisi Arab Penggempur Yaman )

Dalam sebuah tweet, Khalfan menyatakan, "Tidak mengakui Israel tidak ada artinya, Israel adalah negara yang dibangun di atas pengetahuan, kemakmuran, dan hubungan dengan semua negara maju. Siapa Anda untuk tidak mengakui negara dengan status internasional Israel...."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!