Meta Hapus 100 Akun yang Terkait dengan Bisnis Militer Myanmar

Kamis, 09 Desember 2021 - 23:10 WIB
Frankel mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah menghapus lebih dari 100 akun, halaman, dan grup yang terkait dengan bisnis yang dikendalikan militer. Meta mengidentifikasi perusahaan berdasarkan laporan tahun 2019 dari Misi Pencari Fakta PBB di Myanmar, penelitian dari kelompok aktivis Justice for Myanmar dan Burma Campaign UK, serta konsultasi dengan masyarakat sipil.

Baca: Meta Hapus Lebih dari 150 Akun Medsos Terkait Hamas

Pekan lalu, Meta menghadapi gugatan USD150 miliar dari pengungsi Rohingya, yang mengklaim platform Facebook mempromosikan kekerasan terhadap minoritas. Pada tahun 2017, sekitar 10.000 Muslim Rohingya terbunuh dalam tindakan keras militer di Myanmar.

Frankel tidak mengomentari gugatan itu, tetapi mengaku terkejut dengan kejahatan yang dilakukan militer terhadap orang-orang Rohingya di Myanmar.

"Kami telah membangun tim khusus yang terdiri dari pembicara Burma, melarang Tatmadaw, mengganggu jaringan yang memanipulasi debat publik dan mengambil tindakan atas kesalahan informasi yang berbahaya untuk membantu menjaga orang tetap aman," jelasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!