AS Pastikan Boikot Politik Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022
Selasa, 07 Desember 2021 - 04:30 WIB
Selama berbulan-bulan, pemerintah AS telah berusaha menemukan cara terbaik untuk memposisikan diri sehubungan dengan Olimpiade Musim Dingin, yang diselenggarakan dari 4-20 Februari, oleh negara yang dituduh melakukan “genosida” terhadap Muslim Uighur di Xinjiang — sebuah provinsi di barat laut Cina.
Beberapa organisasi hak asasi manusia menuduh Beijing telah menahan setidaknya satu juta Muslim di Xinjiang di “kamp pendidikan ulang”.
Baca: AS Bersiap Antisipasi Serangan Siber Dampak Konfrontasi dengan China
“Mengirim perwakilan resmi ke Olimpiade akan menandakan bahwa, terlepas dari “pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan dan kekejaman di Xinjiang”, Olimpiade itu “bisnis seperti biasa”. Dan, kita tidak bisa melakukan itu," ungkap Paski
Sebelumnya, China telah mengancam "tindakan balasan" jika boikot semacam itu diumumkan. "Saya ingin menekankan bahwa Olimpiade Musim Dingin bukanlah panggung untuk sikap dan manipulasi politik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam menanggapi laporan media akhir pekan bahwa boikot bisa terjadi.
Beberapa organisasi hak asasi manusia menuduh Beijing telah menahan setidaknya satu juta Muslim di Xinjiang di “kamp pendidikan ulang”.
Baca: AS Bersiap Antisipasi Serangan Siber Dampak Konfrontasi dengan China
“Mengirim perwakilan resmi ke Olimpiade akan menandakan bahwa, terlepas dari “pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan dan kekejaman di Xinjiang”, Olimpiade itu “bisnis seperti biasa”. Dan, kita tidak bisa melakukan itu," ungkap Paski
Sebelumnya, China telah mengancam "tindakan balasan" jika boikot semacam itu diumumkan. "Saya ingin menekankan bahwa Olimpiade Musim Dingin bukanlah panggung untuk sikap dan manipulasi politik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam menanggapi laporan media akhir pekan bahwa boikot bisa terjadi.
Lihat Juga :