Ledakan Terdengar di Dekat Fasilitas Nuklir Natanz Iran
Minggu, 05 Desember 2021 - 08:04 WIB
Insiden itu terjadi ketika Israel telah berulang kali mengancam Iran dengan aksi militer, berjanji untuk tidak mengizinkan Negeri Mullah itu memperoleh senjata nuklir.
Iran telah menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah mencari senjata nuklir, bertentangan dengan Israel yang memiliki puluhan senjata nuklir.
Fasilitas nuklir Natanz sebelumnya menjadi sasaran sabotase dan Iran kerap menuding Israel menjadi biang keladinya. Iran menuding dua serangan fasiltas nuklir Natanz sejak tahun lalu dan satu lagi pada awal tahun ini, yang terjadi pada pada sebuah bengkel sentrifugal di Karaj, dilakukan oleh Israel. Iran menyebut negara Zionis itu sebagai “terorisme nuklir”.
Pejabat senior militer Iran secara teratur menanggapi ancaman Israel dengan mengatakan Israel tidak berani menyerang karena akan menghadapi respons yang merusak.
Pejabat tinggi Israel memperbarui ancaman mereka terhadap Teheran pekan lalu ketika Iran dan kekuatan dunia dalam perjanjian nuklir 2015berkumpul kembali di Wina dalam upaya untuk memulihkan kesepakatan yang ditinggalkan secara sepihak oleh Amerika Serikat (AS) pada 2018.
Baca juga: Diduga Persiapan Serang Iran, Israel Timbun Senjata Sebanyak Mungkin
Iran telah menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah mencari senjata nuklir, bertentangan dengan Israel yang memiliki puluhan senjata nuklir.
Fasilitas nuklir Natanz sebelumnya menjadi sasaran sabotase dan Iran kerap menuding Israel menjadi biang keladinya. Iran menuding dua serangan fasiltas nuklir Natanz sejak tahun lalu dan satu lagi pada awal tahun ini, yang terjadi pada pada sebuah bengkel sentrifugal di Karaj, dilakukan oleh Israel. Iran menyebut negara Zionis itu sebagai “terorisme nuklir”.
Pejabat senior militer Iran secara teratur menanggapi ancaman Israel dengan mengatakan Israel tidak berani menyerang karena akan menghadapi respons yang merusak.
Pejabat tinggi Israel memperbarui ancaman mereka terhadap Teheran pekan lalu ketika Iran dan kekuatan dunia dalam perjanjian nuklir 2015berkumpul kembali di Wina dalam upaya untuk memulihkan kesepakatan yang ditinggalkan secara sepihak oleh Amerika Serikat (AS) pada 2018.
Baca juga: Diduga Persiapan Serang Iran, Israel Timbun Senjata Sebanyak Mungkin
Lihat Juga :