Pakar Atom Sebut Iran Mampu Membuat Bom Nuklir dalam 3 Bulan
Senin, 08 Juni 2020 - 00:01 WIB
John Rood, mantan pejabat Kementerian Pertahanan AS untuk kebijakan, mengatakan: "Saya terus khawatir tentang potensi konflik yang muncul dengan Iran."
“Konflik berintensitas rendah antara Amerika Serikat dan milisi yang didukung Iran memanas pada bulan Januari ketika AS melakukan serangan yang menewaskan pemimpin Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Qasem Soleimani," katanya.
“Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke pangkalan AS di Irak, melukai 110 tentara AS. "Pertukaran (serangan) ini hanyalah puncak dari serangan skala kecil dan pembalasan (terhadap) AS yang telah membawa AS dan Iran ke jurang konflik skala besar."
Pemerintah Iran belum berkometar atas klaim pakar atom tersebut. Namun, pemerintah negara itu telah berulang kali membantah memiliki rencana membuat bom atom. Mereka menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.
“Konflik berintensitas rendah antara Amerika Serikat dan milisi yang didukung Iran memanas pada bulan Januari ketika AS melakukan serangan yang menewaskan pemimpin Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Qasem Soleimani," katanya.
“Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke pangkalan AS di Irak, melukai 110 tentara AS. "Pertukaran (serangan) ini hanyalah puncak dari serangan skala kecil dan pembalasan (terhadap) AS yang telah membawa AS dan Iran ke jurang konflik skala besar."
Pemerintah Iran belum berkometar atas klaim pakar atom tersebut. Namun, pemerintah negara itu telah berulang kali membantah memiliki rencana membuat bom atom. Mereka menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.
(min)
Lihat Juga :