Polisi Israel Tembak Mati Seorang Pria Bersenjata di Kota Tua Yerusalem
Minggu, 21 November 2021 - 20:00 WIB
Hamas mengkonfirmasi bahwa pria yang diidentifikasi oleh Israel sebagai penyerang adalah anggotanya. Serangan itu melukai serius dua warga sipil, salah satunya meninggal di rumah sakit, kata seorang juru bicara polisi. Sementara dua petugas polisi terluka ringan.
Rabi Zevi Katzanelbogen, seorang penduduk Kawasan Yahudi di Kota Tua, mengatakan bahwa dia sedang berjalan pulang dari sholat subuh di Tembok Barat, berbelok di tikungan dan mendengar suara tembakan. Beberapa saat kemudian dia terkena peluru di lengannya, katanya kepada wartawan dari ranjang rumah sakitnya.
Kantor berita AP melaporkan, media Palestina mengidentifikasi penyerang sebagai Fadi Abu Shkhaidem, dan membagikan gambar dia mengenakan jubah hitam panjang dan mantel hitam dan membawa senjata api yang mirip dengan yang ditunjukkan dalam foto polisi. Shkhaidem adalah seorang guru di sebuah sekolah menengah di dekat Kota Tua.
Baca: 200 Anggota Parlemen AS Tolak Keras Pembukaan Kembali Konsulat di Yerusalem Timur
Kelompok militan Hamas memuji serangan itu dalam sebuah pernyataan, tetapi berhenti mengklaim tanggung jawab, menyebut insiden itu sebagai "operasi heroik." Ia kemudian mengklaim Abu Shkhaidem sebagai salah satu anggotanya.
Rabi Zevi Katzanelbogen, seorang penduduk Kawasan Yahudi di Kota Tua, mengatakan bahwa dia sedang berjalan pulang dari sholat subuh di Tembok Barat, berbelok di tikungan dan mendengar suara tembakan. Beberapa saat kemudian dia terkena peluru di lengannya, katanya kepada wartawan dari ranjang rumah sakitnya.
Kantor berita AP melaporkan, media Palestina mengidentifikasi penyerang sebagai Fadi Abu Shkhaidem, dan membagikan gambar dia mengenakan jubah hitam panjang dan mantel hitam dan membawa senjata api yang mirip dengan yang ditunjukkan dalam foto polisi. Shkhaidem adalah seorang guru di sebuah sekolah menengah di dekat Kota Tua.
Baca: 200 Anggota Parlemen AS Tolak Keras Pembukaan Kembali Konsulat di Yerusalem Timur
Kelompok militan Hamas memuji serangan itu dalam sebuah pernyataan, tetapi berhenti mengklaim tanggung jawab, menyebut insiden itu sebagai "operasi heroik." Ia kemudian mengklaim Abu Shkhaidem sebagai salah satu anggotanya.
Lihat Juga :