Berlutut Saat Aksi Anti Rasisme, PM Kanada Diteriaki Pembela Trump!

Sabtu, 06 Juni 2020 - 11:09 WIB
PM Kanada Justin Trudeau berlutut saak ikut aksi anti rasisme di depan parlemen negara itu. Foto/Deccan Herald
OTTAWA - Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, muncul di sebuah protes anti rasisme yang digelar di depan parlemen negara itu. Kemunculan tanpa pemberitahuan itu untuk mendengar orasi dari para aktivis yang menuntut perlakuan yang lebih adil dari polisi untuk kelompok minoritas.

Trudeau bergabung dengan demonstran yang berlutut selama delapan menit 46 detik yang menggambarkan waktu seorang perwira polisi Minneapolis menahan lututnya di atas leher George Floyd sebelum ia meninggal. Pria Afrika-Amerika itu meninggal ketika saat ditahan polisi pada 25 Mei lalu. Keempat perwira polisi yang berada di tempat kejadian sekarang menghadapi dakwaan pembunuhan.



Para pengunjuk rasa di kota-kota lain telah meminta petugas polisi untuk berlutut untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang kulit hitam yang terbunuh dalam tahanan polisi. Kepala Kepolisian Toronto Mark Saunders juga berlutut saat demonstrasi di kota itu.

Trudeau mencoba berbaur dengan padar demonstran pada hari Jumat - tetapi kamera TV dan kehadiran pihak keamanan RCMP membuat kehadirannya diketahui oleh sekitar 4.000 aktivis yang berkumpul di sekitar Centennial Flame di halaman rumput di Parliament Hill. Trudeau mengatakan kepada keamanannya untuk berhenti mendorong orang-orang ketika dia berjalan lebih dekat ke panggung di mana para pembicara berbicara kepada orang banyak.

Trudeau awalnya disambut dengan teriakan "Pembela Trump!" dan "Pergi!" dari beberapa orang banyak. Teriakan itu mereda ketika para pemimpin kulit hitam setempat mulai berbicara tentang seruan mereka untuk mengakhiri ketidakadilan rasial di dalam dan di luar negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!