Tandingi AS, China Ingin Tandemkan Jet Tempur Siluman J-20 dengan 4 Drone

Sabtu, 20 November 2021 - 19:09 WIB
Saat itu pihak berwenang China belum mengungkapkan rencana untuk memasangkan jet tempur canggih dengan drone, bidang yang dipimpin oleh teknologi China, untuk keperluan militer. Namun, posisi kedua pesawat tersebut memicu spekulasi online bahwa Angkatan Udara China akan "mengawinkan" kendaraan berawak dan tak berawak untuk latihan di masa depan.

China bukan satu-satunya negara yang secara aktif meneliti dan mempraktikkan kerjasama tim tanpa awak, yang dikenal sebagai MUM-T.

Pada akhir Oktober, militer AS untuk pertama kalinya mengambil drone dalam penerbangan dan menempatkannya di pesawat, menjadikan pesawat itu sebagai pembawa drone di udara. Drone itu diperbaharui dan diterbangkan lagi dalam beberapa jam.

Militer AS membayangkan bahwa dalam pertempuran nyata, pembawa drone semacam itu akan tetap berada di luar jangkauan musuh saat menerbangkan kawanan drone ke dalam bahaya untuk misi intelijen, pengawasan, pengintaian, dan peperangan elektronik.

Skenario yang disusun oleh AS akan menjadi penggunaan ideal MUM-T di mana drone digunakan pada misi berbahaya untuk menambah atau memperluas kemampuan pengawasan pesawat.

Ridzwan Rahmat, analis pertahanan utama di penerbit militer Janes, mengatakan menggabungkan pesawat berawak dan tak berawak semakin populer dan China tidak berada di depan.

“Di bagian dunia ini, AS, Australia, Singapura, dan Korea Selatan memimpin dengan operasi MUM-T. China mencoba mengejar ketinggalan, tetapi tidak jelas seberapa banyak kemajuan yang telah mereka buat di domain ini,” kata Rahmat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!