Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015

Sabtu, 06 Juni 2020 - 08:35 WIB
"Kami memiliki kesepakatan ketika Anda memasuki kantor kepresidenan. Penasihat Anda, yang sekarangan kebanyakan telah dipecat. Melakukan taruhan bodoh. Terserah Anda untuk memutuskan kapan Anda ingin memperbaikinya," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (6/6/2020).

Trump menarik AS dari perjanjian nuklir dengan negara-negara besar pada tahun 2018. Perjanjian itu memaksa Teheran menghentikan proyek nuklirnya dengan imbalan pencabutan sejumlah sanksi internasional.

Sejak keluar dari perjanjian, Washington telah menerapkan kembali sanksi untuk membatasi ekspor minyak Iran sebagai bagian dari kebijakan "tekanan maksimum".

Pertukaran tahanan yang terjadi pada Kamis lalu adalah contoh yang jarang terjadi dari kerja sama AS-Iran. Juga pada hari Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengkonfirmasi bahwa Zarif bertemu dengan Bill Richardson, mantan utusan AS untuk PBB, beberapa bulan yang lalu terkait pembebasan tahanan.

"Kami selalu merespons positif upaya kemanusiaan yang akan mengarah pada pembebasan sandera Iran di Amerika Serikat dan di tempat lain," kata Mousavi kepada kantor berita resmi Iran, IRNA.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!