Berdebat Soal Vaksinasi, Petarung MMA Tusuk Dokter Hingga Tewas

Rabu, 17 November 2021 - 02:56 WIB
Khozhiev, seorang petarung MMA profesional dengan catatan bertanding 3-1 sering digambarkan memprotes wajib vaksin di halaman Instagramnya, diduga mencekik Ribati sampai dia pingsan dan kemudian menggunakan tulang hewan dari makanan yang mereka bagikan untuk menikamnya di tenggorokan. Tersangka diduga mengambil pisau dan kembali menikam korbannya.

Polisi Guam konon menemukan Ribati tertelungkup dalam genangan darahnya sendiri dengan Khozhiev mengatakan kepada mereka: "Tuan, ini saya, ini saya, saya membunuhnya."

Dalam sebuah pernyataan, rumah sakit Ribati memujinya atas dedikasi dan keterampilan yang dia tunjukkan sebagai seorang dokter.

Namun bagi mereka yang mengenal Khozhiev, seperti mantan pesaingnya Bellator JJ Ambrose, yang dulu mempekerjakan petarung kelahiran Rusia di sasana Atletik Baja Tamuning tempat Ribati dan Khozhiev berlatih selama bertahun-tahun, berita tentang tragedi itu bukanlah sebuah kejutan.

Baca juga: Gara-gara Vaksinasi Perempuan Ini Jadi Jutawan dalam Semalam

"Dia adalah orang yang hebat sampai dia berubah," jelas Ambrose kepada media lokal KUAM seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (17/11/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!