Nunggak Tagihan, Taliban Berencana Beli Listrik dari Iran

Minggu, 14 November 2021 - 15:10 WIB
Pada bulan Oktober, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Kabul menghadapi pemadaman listrik di musim dingin. Mantan CEO DABS, yang pergi saat pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban, mengatakan bahwa mereka berutang sekitar USD90 juta kepada Uzbekistan, Tajikistan, dan Turkmenistan.

Negara-negara itu, katanya, akan dibenarkan untuk menghentikan pasokan listrik ke Afghanistan dengan alasan tidak membayar.

Kesepakatan dengan Iran menawarkan jalan lain bagi Taliban untuk mengamankan listrik yang andal.

Baca juga: Teror Bom Shalat Jumat di Afghanistan Berlanjut

Seorang juru bicara DABS mengatakan kepada TOLO News bahwa impor difokuskan di Afghanistan barat. Kabul, di mana ancaman pemadaman listrik dikatakan paling akut, berada di timur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!