Ratusan Orang Hadiri Upacara Mengenang George Floyd
Jum'at, 05 Juni 2020 - 15:34 WIB
Philonise Floyd, salah satu saudara laki-laki Floyd, menggambarkan bagaimana keluarga itu begitu miskin ketika dia dan Floyd masih muda serta mencuci pakaian mereka di wastafel dan mengeringkannya di oven.
"Ini sungguh gila, semua orang ini datang menemui kakakku, sungguh menakjubkan dia menyentuh begitu banyak hati," katanya.
Sementara itu aktivis hak-hak asasi Al Sharpton menuntut akuntabilitas.
"Kami tidak akan berhenti," katanya, merujuk pada aksi protes yang telah terjadi di setiap negara bagian AS.
"Kita akan terus berjalan sampai kita mengubah seluruh sistem keadilan," cetusnya.
Dalam pidato emosionalnya, dia mengatakan kisah Floyd menggambarkan apa yang terjadi pada orang kulit hitam di Amerika.
"Apa yang terjadi pada Floyd terjadi setiap hari di negara ini, dalam pendidikan, dalam pelayanan kesehatan dan di setiap bidang kehidupan Amerika. Sudah waktunya bagi kita untuk berdiri dalam nama George dan berkata: lepaskan lututmu dari leher," ujarnya.
"Ini sungguh gila, semua orang ini datang menemui kakakku, sungguh menakjubkan dia menyentuh begitu banyak hati," katanya.
Sementara itu aktivis hak-hak asasi Al Sharpton menuntut akuntabilitas.
"Kami tidak akan berhenti," katanya, merujuk pada aksi protes yang telah terjadi di setiap negara bagian AS.
"Kita akan terus berjalan sampai kita mengubah seluruh sistem keadilan," cetusnya.
Dalam pidato emosionalnya, dia mengatakan kisah Floyd menggambarkan apa yang terjadi pada orang kulit hitam di Amerika.
"Apa yang terjadi pada Floyd terjadi setiap hari di negara ini, dalam pendidikan, dalam pelayanan kesehatan dan di setiap bidang kehidupan Amerika. Sudah waktunya bagi kita untuk berdiri dalam nama George dan berkata: lepaskan lututmu dari leher," ujarnya.
Lihat Juga :