Dalai Lama: Para pemimpin China Tidak Memahami Keragaman Budaya
Rabu, 10 November 2021 - 17:44 WIB
Memperhatikan bahwa China tidak hanya terdiri dari orang-orang etnis Han tetapi juga kelompok-kelompok lain yang berbeda, ia menambahkan: "Pada kenyataannya, terlalu banyak kontrol oleh orang-orang Han."
China menguasai Tibet setelah pasukannya memasuki wilayah itu pada 1950 dalam apa yang disebutnya "pembebasan damai". Tibet sejak itu menjadi salah satu daerah yang paling dibatasi dan sensitif di negara itu.
Beijing menganggap Dalai Lama, yang melarikan diri ke India pada 1959 setelah pemberontakan yang gagal melawan pemerintahan China, sebagai pemecah belah atau separatis yang berbahaya. Dia telah bekerja selama beberapa dekade untuk menarik dukungan global untuk otonomi linguistik dan budaya di tanah airnya yang terpencil dan bergunung-gunung.
Dalai Lama mengatakan dia secara luas mendukung ide-ide Komunisme dan Marxisme, sambil tertawa ketika menceritakan sebuah anekdot tentang bagaimana dia pernah berpikir untuk bergabung dengan Partai Komunis China tetapi dihalangi oleh seorang teman.
Ketika ditanya tentang Taiwan , yang pusat ketegangan di kawasan itu, Dalai Lama mengatakan pulau itu sebenarnya adalah gudang dari budaya dan tradisi kuno China karena di daratan hal itu sekarang terlalu dipolitisasi.
Baca juga: China Mengaku Junjung Tinggi HAM, Aktivis: Bagaimana Nasib Uighur dan Tibet?
"Secara ekonomi Taiwan banyak mendapat bantuan dari China daratan," katanya.
China menguasai Tibet setelah pasukannya memasuki wilayah itu pada 1950 dalam apa yang disebutnya "pembebasan damai". Tibet sejak itu menjadi salah satu daerah yang paling dibatasi dan sensitif di negara itu.
Beijing menganggap Dalai Lama, yang melarikan diri ke India pada 1959 setelah pemberontakan yang gagal melawan pemerintahan China, sebagai pemecah belah atau separatis yang berbahaya. Dia telah bekerja selama beberapa dekade untuk menarik dukungan global untuk otonomi linguistik dan budaya di tanah airnya yang terpencil dan bergunung-gunung.
Dalai Lama mengatakan dia secara luas mendukung ide-ide Komunisme dan Marxisme, sambil tertawa ketika menceritakan sebuah anekdot tentang bagaimana dia pernah berpikir untuk bergabung dengan Partai Komunis China tetapi dihalangi oleh seorang teman.
Ketika ditanya tentang Taiwan , yang pusat ketegangan di kawasan itu, Dalai Lama mengatakan pulau itu sebenarnya adalah gudang dari budaya dan tradisi kuno China karena di daratan hal itu sekarang terlalu dipolitisasi.
Baca juga: China Mengaku Junjung Tinggi HAM, Aktivis: Bagaimana Nasib Uighur dan Tibet?
"Secara ekonomi Taiwan banyak mendapat bantuan dari China daratan," katanya.
Lihat Juga :