Kishida Kembali Terpilih Jadi Perdana Menteri Jepang
Rabu, 10 November 2021 - 15:55 WIB
Hasil pemilu yang lebih baik dari perkiraan dapat memberi pemerintah Kishida lebih banyak kekuatan dan waktu untuk memenuhi janji kampanye, termasuk pengendalian COVID-19, revitalisasi ekonomi, dan penguatan kemampuan pertahanan Jepang.
Cengkeraman Kishida pada kekuasaan juga dapat diperkuat dengan perubahan kabinetnya.
Seorang ahli kebijakan kunci dari faksi partainya, mantan Menteri Pendidikan Yoshimasa Hayashi, akan menjadi Menteri Luar Negeri yang baru, sementara mantan Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi akan beralih ke jabatan No. 2 dari partai yang memerintah.
Baca juga: Jadi PM Jepang, Kishida Bubarkan Parlemen dan Gelar Pemilu 31 Oktober
Meskipun banyak menteri Kishida yang baru pertama kali menjabat, jabatan-jabatan kunci jatuh pada mereka yang berasal dari sayap berpengaruh dan partai, termasuk yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Shinzo Abe yang ultra-konservatif dan mantan Menteri Keuangan Taro Aso.
Kishida berjanji untuk menciptakan siklus pertumbuhan yang memperkuat dan meningkatkan distribusi ekonomi untuk meningkatkan pendapatan di bawah kebijakan ekonomi "kapitalisme baru".
Tugas yang menanti Kishida setelah terpilih adalah menyusun paket stimulus ekonomi utama sekitar USD265 miliar yang mencakup pembayaran tunai, yang akan diumumkan minggu depan. Dia juga menargetkan anggaran tambahan pada akhir tahun ini dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek tersebut.
Cengkeraman Kishida pada kekuasaan juga dapat diperkuat dengan perubahan kabinetnya.
Seorang ahli kebijakan kunci dari faksi partainya, mantan Menteri Pendidikan Yoshimasa Hayashi, akan menjadi Menteri Luar Negeri yang baru, sementara mantan Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi akan beralih ke jabatan No. 2 dari partai yang memerintah.
Baca juga: Jadi PM Jepang, Kishida Bubarkan Parlemen dan Gelar Pemilu 31 Oktober
Meskipun banyak menteri Kishida yang baru pertama kali menjabat, jabatan-jabatan kunci jatuh pada mereka yang berasal dari sayap berpengaruh dan partai, termasuk yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Shinzo Abe yang ultra-konservatif dan mantan Menteri Keuangan Taro Aso.
Kishida berjanji untuk menciptakan siklus pertumbuhan yang memperkuat dan meningkatkan distribusi ekonomi untuk meningkatkan pendapatan di bawah kebijakan ekonomi "kapitalisme baru".
Tugas yang menanti Kishida setelah terpilih adalah menyusun paket stimulus ekonomi utama sekitar USD265 miliar yang mencakup pembayaran tunai, yang akan diumumkan minggu depan. Dia juga menargetkan anggaran tambahan pada akhir tahun ini dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek tersebut.
Lihat Juga :