Drone Buatan Iran Dipakai Milisi dalam Upaya Membunuh Perdana Menteri Irak
Selasa, 09 November 2021 - 09:51 WIB
Salah satu pejabat keamanan Irak mengatakan pesawat tak berawak yang digunakan adalah jenis "quadcopter" yang mengandung bahan peledak berkekuatan tinggi yang mampu merusak bangunan dan kendaraan lapis baja.
Pejabat itu mengatakan bahwa itu adalah jenis drone dan bahan peledak buatan Iran yang sama yang digunakan dalam serangan tahun ini terhadap pasukan AS di Irak, yang dilakukan Kata'ib Hezbollah.
Malik mengatakan serangan drone itu menunjukkan milisi yang didukung Iran memposisikan diri mereka dalam oposisi terhadap ulama Syiah berpengaruh Muqtada Al-Sadr, yang juga mengendalikan milisi.
Skenario itu akan merugikan pengaruh Iran dan karena itu mungkin akan ditentang Teheran.
“Saya tidak berpikir Iran menginginkan perang saudara Syiah-Syiah. Itu akan melemahkan posisinya di Irak dan memungkinkan kelompok lain tumbuh lebih kuat,” papar dia.
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan itu "dalam istilah yang paling keras."
"Anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi perlunya meminta pertanggungjawaban pelaku, penyelenggara, penyandang dana, dan sponsor aksi terorisme tercela ini dan membawa mereka ke pengadilan," ungkap pernyataan Dewan Keamanan PBB.
Pejabat itu mengatakan bahwa itu adalah jenis drone dan bahan peledak buatan Iran yang sama yang digunakan dalam serangan tahun ini terhadap pasukan AS di Irak, yang dilakukan Kata'ib Hezbollah.
Malik mengatakan serangan drone itu menunjukkan milisi yang didukung Iran memposisikan diri mereka dalam oposisi terhadap ulama Syiah berpengaruh Muqtada Al-Sadr, yang juga mengendalikan milisi.
Skenario itu akan merugikan pengaruh Iran dan karena itu mungkin akan ditentang Teheran.
“Saya tidak berpikir Iran menginginkan perang saudara Syiah-Syiah. Itu akan melemahkan posisinya di Irak dan memungkinkan kelompok lain tumbuh lebih kuat,” papar dia.
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan itu "dalam istilah yang paling keras."
"Anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi perlunya meminta pertanggungjawaban pelaku, penyelenggara, penyandang dana, dan sponsor aksi terorisme tercela ini dan membawa mereka ke pengadilan," ungkap pernyataan Dewan Keamanan PBB.
(sya)
Lihat Juga :