Dianggap Mirip Nama Putri Nabi Muhammad SAW, Wiski Timah Picu Kontroversi di Malaysia
Jum'at, 05 November 2021 - 07:20 WIB
Menurutnya, ada isu-isu mendesak lainnya yang perlu diperdebatkan di DPR, tetapi tertutup oleh tanggapan para menteri dan anggota parlemen terhadap masalah Wiski Timah. Aggota Parlemen Malaysia lainnya, Khalid Samad berharap pemerintah bisa mendidik masyarakat untuk lebih dewasa dalam membahas masalah secara tenang dan bertanggung jawab.
“Sayangnya, di negara kita ini banyak yang suka mempolitisasi isu-isu yang memang tidak sensitif, tapi sengaja dibuat-buat,” kata Samad yang berasal dari wilayah Shah Alam, seperti dikutip dari The Star.
Baca: Conor McGregor Nikmati Bisnis Wiski Yang Membuat Jadi Triliuner
Sejak kemunculannya pada 7 Oktober, Wiski Timah memang langsung memantik reaksi masyarakat Muslim Malaysia. Sejumlah pemuka agama di Malaysia meminta Pemerintah Federal Malaysia memerintahkan produsen Wiski Timah untuk mengubah merek jual dan gambar di label produk mereka.
“Kami tidak keberatan alkohol dikonsumsi oleh non-Muslim. Tetapi, kami meminta pemerintah memerintahkan produsen untuk segera mengubah merek serta gambar pada botol menjadi nama dan gambar yang tidak memicu kepekaan orang Muslim di negara ini," kata Mufti Penang, Datuk Seri Wan Salim Wan Noor.
“Sayangnya, di negara kita ini banyak yang suka mempolitisasi isu-isu yang memang tidak sensitif, tapi sengaja dibuat-buat,” kata Samad yang berasal dari wilayah Shah Alam, seperti dikutip dari The Star.
Baca: Conor McGregor Nikmati Bisnis Wiski Yang Membuat Jadi Triliuner
Sejak kemunculannya pada 7 Oktober, Wiski Timah memang langsung memantik reaksi masyarakat Muslim Malaysia. Sejumlah pemuka agama di Malaysia meminta Pemerintah Federal Malaysia memerintahkan produsen Wiski Timah untuk mengubah merek jual dan gambar di label produk mereka.
“Kami tidak keberatan alkohol dikonsumsi oleh non-Muslim. Tetapi, kami meminta pemerintah memerintahkan produsen untuk segera mengubah merek serta gambar pada botol menjadi nama dan gambar yang tidak memicu kepekaan orang Muslim di negara ini," kata Mufti Penang, Datuk Seri Wan Salim Wan Noor.
Lihat Juga :