Rusia Anggarkan Rp704 Triliun untuk Pertahanan Nasional 2022, Nuklir Tetap Prioritas

Rabu, 03 November 2021 - 15:23 WIB
“Peningkatan pengeluaran kemungkinan besar disebabkan oleh kebutuhan untuk memodernisasi sejumlah besar muatan nuklir yang diproduksi pada 1980-an dan paruh pertama 1990-an,” kata Ruslan Pukhov, kepala Pusat Analisis Strategi dan Teknologi yang berbasis di Moskow, kepada Defense News, Selasa (2/1/2021).

Dia mencatat bahwa sebagian besar sistem rudal balistik antarbenua Topol, UR-100N (RS-18A) dan R-36 (Р-36) mendekati usia pensiun mereka. “Ini adalah ratusan hulu ledak yang sedang dibongkar,” kata Pukhov.

Baca: Kapal Perang AS Masuki Laut Hitam, Rusia Gelar Latihan Militer

“Awal penyebaran ICBM Sarmat berkepala banyak dan berat, akan membutuhkan peningkatan tajam dalam tingkat produksi hulu ledak nuklir. Selain itu, pembangunan kapal selam dengan rudal Bulava juga sedang berlangsung,” lanjutnya. Rudal Bulava diluncurkan dari kapal selam Knyaz Oleg selama tes 21 Oktober dan berhasil mengenai sasarannya.

Komandan pasukan strategis Rusia, Kolonel Jenderal Sergei Karakayev, sebelumnya mengatakan, Rusia ingin mengganti semua sistem rudal era Soviet pada tahun 2024. Misalnya, pasukan nuklir Rusia ingin mengganti rudal R-36 Voyevoda dengan senjata baru Sarmat RS-28.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!