Bos Raytheon: AS Tertinggal Beberapa Tahun dari China dalam Teknologi Senjata Hipersonik

Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:27 WIB
Sistem senjata ultra-cepat itu memicu kekhawatiran karena potensinya mengacaukan hubungan antara AS, China, dan Rusia.

Baca juga: China Dicurigai Punya Senjata Pembunuh Satelit Terbaru, AS Makin Ketar-ketir

Senjata itu juga dapat menjadi front terdepan dalam persaingan yang meningkat antara Beijing dan Washington ketika dua ekonomi terbesar dunia berbenturan dalam masalah perdagangan, teknologi, dan isu kemanusiaan.

Raytheon saat ini sedang mengembangkan rudal jelajah hipersonik dengan militer AS.

“Kemampuan hipersonik adalah ancaman paling mengganggu bagi tanah air kita. Waktu untuk bereaksi sangat, sangat singkat,” papar dia.

Komentar CEO muncul setelah laporan China melakukan dua tes senjata hipersonik selama musim panas, termasuk salah satu yang disebut kendaraan luncur hipersonik.

Diluncurkan dari rudal atau roket, kendaraan peluncur itu terpisah dan meluncur menuju target saat bermanuver di atmosfer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!