Tak Mau Kalah dengan Iran, Israel Gelar Latihan Intens Serang Fasilitas Nuklir Teheran

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 10:15 WIB
Tel Aviv selalu tidak menyetujui perjanjian yang diberinama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat itu termasuk di antara sedikit pemimpin yang mendukung klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Iran diam-diam menghindari pembatasan kesepakatan.

Menanggapi langkah Trump, Iran mulai memproduksi kemurnian uranium yang lebih tinggi dan dalam jumlah yang lebih besar daripada yang diizinkan berdasarkan kesepakatan nuklir, meskipun tidak ada yang mendekati yang mampu digunakan untuk membuat bom nuklir.

Sementara para pemimpin Israel dan AS telah berulang kali mengklaim bahwa Iran hanya dalam waktu singkat memiliki senjata yang layak, intelijen militer Israel baru-baru ini mengatakan Iran tidak akan memiliki bom nuklir dalam waktu dekat.

Sejak Presiden AS Joe Biden menjabat, enam putaran pembicaraan yang diarahkan untuk menghidupkan kembali JCPOA telah diadakan di Wina, tetapi belum ada kesepakatan yang tercapai. Putaran ketujuh akan segera dimulai, dan pemerintahan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett telah meningkatkan tekanan tentang perlunya kesepakatan yang lebih kuat dan bagi Israel serta AS untuk menyusun "Rencana B" jika pembicaraan akhirnya gagal.

Baca juga: Militer Israel Dirikan Pangkalan Rahasia untuk Awasi Aktivitas Iran

Tidak jelas bagaimana Israel akan menyerang fasilitas nuklir Iran, yang banyak di antaranya berada jauh di dalam negeri dan di bawah bebatuan kokoh Pegunungan Zagros. Ada spekulasi bahwa bom penghancur bunker seberat 5.000 pon baru yang diuji oleh AS awal bulan ini mungkin menjadi kuncinya, karena tes baru-baru ini dilakukan oleh jet tempur F-15E Strike Eagle, yang dioperasikan Angkatan Udara Israel dengan nama Ra'am yang artinya "Petir"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!