Hamas: Perang Tidak Dapat Dihindari, Kami Bisa Mengalahkan Israel!
Kamis, 21 Oktober 2021 - 23:30 WIB
"Kami dapat mengalahkan Israel, kami dapat menargetkan Israel, kami telah menargetkan Israel berkali-kali," tegas Hamad. "Israel telah mencuri tanah saya. Kami adalah korbannya. Anda harus mengerti, kami adalah korban pendudukan. Kami tidak mempercayai Israel. Kami tidak percaya Israel tertarik pada perdamaian," lanjutnya.
Hamad menolak untuk mengakui negara Israel dan tidak mengesampingkan konflik lain. "Semuanya terbuka. Hamas mencoba menghindari perang, kami mencoba melindungi rakyat kami, kami mencoba memberi orang kehidupan yang baik di sini, tetapi pendudukan sepanjang waktu ada di depan mata saya," tuturnya.
Baca: Hamas Bantah Tuduhan Punya Investasi dan Aset di Sudan
Dalam beberapa hari terakhir, kepemimpinan senior Hamas telah berada di negara tetangga, Mesir, untuk merundingkan gencatan senjata yang lebih lama dengan Israel. Pembicaraan terhenti karena rincian pertukaran tahanan. Hamas menuntut ratusan warga Palestina dibebaskan, dengan imbalan dua orang Israel yang masih hidup dan mayat dua tentara yang tewas.
Tercatat, Israel dan militan di Jalur Gaza telah berperang empat kali sejak 2006. Kedua belah pihak berkumpul kembali setelah konflik 11 hari terakhir pada bulan Mei, yang menewaskan sedikitnya 243 orang di Gaza dan 12 di Israel.
Hamad menolak untuk mengakui negara Israel dan tidak mengesampingkan konflik lain. "Semuanya terbuka. Hamas mencoba menghindari perang, kami mencoba melindungi rakyat kami, kami mencoba memberi orang kehidupan yang baik di sini, tetapi pendudukan sepanjang waktu ada di depan mata saya," tuturnya.
Baca: Hamas Bantah Tuduhan Punya Investasi dan Aset di Sudan
Dalam beberapa hari terakhir, kepemimpinan senior Hamas telah berada di negara tetangga, Mesir, untuk merundingkan gencatan senjata yang lebih lama dengan Israel. Pembicaraan terhenti karena rincian pertukaran tahanan. Hamas menuntut ratusan warga Palestina dibebaskan, dengan imbalan dua orang Israel yang masih hidup dan mayat dua tentara yang tewas.
Tercatat, Israel dan militan di Jalur Gaza telah berperang empat kali sejak 2006. Kedua belah pihak berkumpul kembali setelah konflik 11 hari terakhir pada bulan Mei, yang menewaskan sedikitnya 243 orang di Gaza dan 12 di Israel.
Lihat Juga :