Bukan Lockdown, Putin Pilih Liburkan Pekerja di Tengah Amuk COVID-19

Kamis, 21 Oktober 2021 - 02:05 WIB
“Kami memiliki vaksin yang andal dan efisien. Vaksin benar-benar mengurangi risiko penyakit, komplikasi serius, dan kematian,” jelasnya.

Dia juga telah menyetujui proposal Kabinet yang memberikan dua hari cuti berbayar kepada mereka yang mendapatkan vaksin untuk membantu mendorong program vaksinasi.

Putin juga memperingatkan para pemimpin regional agar tidak mencoba memperindah data statistik, dengan mengatakan jumlah infeksi baru yang tinggi tidak berarti pekerjaan yang buruk oleh pihak berwenang.

"Ini menunjukkan efisiensi tim regional, bukan sebaliknya," tegasnya.

Baca juga: Rusia Janji Beri Bantuan untuk Afghanistan, Tapi Belum Mau Akui Pemerintahan Taliban

Hingga saat ini, Kremlin mengesampingkan penguncian nasional atau lockdown seperti yang terjadi di awal pandemi yang memberikan pukulan berat bagi ekonomi dan melemahkan popularitas Putin, alih-alih memberdayakan otoritas regional untuk memutuskan pembatasan lokal.

Gugus tugas virus corona Rusia melaporkan 1.028 kematian dalam 24 jam terakhir, jumlah tertinggi sejak awal pandemi. Itu membuat jumlah kematian Rusia menjadi 226.353, sejauh ini tertinggi di Eropa.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!