Mengenal Mustafa Kemal Ataturk yang Berpotensi Jadi Nama Jalan di Jakarta
Senin, 18 Oktober 2021 - 11:23 WIB
Dia menjabat sebagai presiden hingga kematiannya pada tahun 1938.
Dia melakukan reformasi progresif yang menyeluruh, yang memodernisasi Turki menjadi negara industri sekuler.
Secara ideologis seorang sekularis dan nasionalis, kebijakan dan teorinya dikenal sebagai Kemalisme. Karena prestasi militer dan politiknya, Atatürk dianggap sebagai salah satu pemimpin politik terpenting abad ke-20.
Atatürk menjadi terkenal karena perannya dalam mengamankan kemenangan Turki Utsmaniyah dalam Pertempuran Gallipoli (1915) selama Perang Dunia I.
Menyusul kekalahan dan pembubaran Kekaisaran Ottoman, dia memimpin Gerakan Nasional Turki, yang menentang pembagian daratan Turki di antara kekuatan Sekutu yang menang.
Baca juga: Cerita Turis Wanita di Pantai Arab Saudi: Kini Bebas Pakai Bikini dan Peluk Pasangan
Mendirikan pemerintahan sementara di ibu kota Turki saat ini, Ankara (dikenal dalam bahasa Inggris pada saat itu sebagai Angora), ia mengalahkan pasukan yang dikirim oleh Sekutu, sehingga muncul sebagai pemenang dari apa yang kemudian disebut sebagai Perang Kemerdekaan Turki.
Dia kemudian melanjutkan untuk menghapus Kekaisaran Ottoman yang bobrok dan memproklamirkan berdirinya Republik Turki sebagai gantinya.
Sebagai presiden Republik Turki yang baru dibentuk, Atatürk memprakarsai program ketat reformasi politik, ekonomi, dan budaya dengan tujuan akhir membangun negara-bangsa modern, progresif, dan sekuler. Dia membuat pendidikan dasar gratis dan wajib, membuka ribuan sekolah baru di seluruh negeri. Dia juga memperkenalkan alfabet Turki berbasis Latin, menggantikan alfabet Turki Ottoman yang lama.
Dia melakukan reformasi progresif yang menyeluruh, yang memodernisasi Turki menjadi negara industri sekuler.
Secara ideologis seorang sekularis dan nasionalis, kebijakan dan teorinya dikenal sebagai Kemalisme. Karena prestasi militer dan politiknya, Atatürk dianggap sebagai salah satu pemimpin politik terpenting abad ke-20.
Atatürk menjadi terkenal karena perannya dalam mengamankan kemenangan Turki Utsmaniyah dalam Pertempuran Gallipoli (1915) selama Perang Dunia I.
Menyusul kekalahan dan pembubaran Kekaisaran Ottoman, dia memimpin Gerakan Nasional Turki, yang menentang pembagian daratan Turki di antara kekuatan Sekutu yang menang.
Baca juga: Cerita Turis Wanita di Pantai Arab Saudi: Kini Bebas Pakai Bikini dan Peluk Pasangan
Mendirikan pemerintahan sementara di ibu kota Turki saat ini, Ankara (dikenal dalam bahasa Inggris pada saat itu sebagai Angora), ia mengalahkan pasukan yang dikirim oleh Sekutu, sehingga muncul sebagai pemenang dari apa yang kemudian disebut sebagai Perang Kemerdekaan Turki.
Dia kemudian melanjutkan untuk menghapus Kekaisaran Ottoman yang bobrok dan memproklamirkan berdirinya Republik Turki sebagai gantinya.
Sebagai presiden Republik Turki yang baru dibentuk, Atatürk memprakarsai program ketat reformasi politik, ekonomi, dan budaya dengan tujuan akhir membangun negara-bangsa modern, progresif, dan sekuler. Dia membuat pendidikan dasar gratis dan wajib, membuka ribuan sekolah baru di seluruh negeri. Dia juga memperkenalkan alfabet Turki berbasis Latin, menggantikan alfabet Turki Ottoman yang lama.
Lihat Juga :