Wartawan Australia Jadi Korban Keberingasan Polisi AS

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:05 WIB
Di beberapa kota, demonstrasi telah meningkat menjadi kerusuhan, konfrontasi kekerasan dengan polisi dan penjarahan, mendorong penyebaran Garda Nasional ke sekitar dua lusin negara bagian AS dan jam malam diberlakukan dengan ketat.

Di Sydney, lebih dari 1.000 orang berpawai oleh konsulat AS dalam aksi solidaritas terhadap para pemrotes Amerika. Para demonstran menyerukan kepada pemerintah mereka sendiri untuk berbuat lebih banyak guna menghentikan perlakukan kejam terhadap suku asli Australia Aborigin.

"Black Lives adalah gerakan dunia, bukan hanya gerakan Amerika," kata Tristan Field, seorang pengunjuk rasa First Nations.

"Ada orang kulit hitam sekarat di Australia sama seperti ada orang kulit hitam sekarat di Amerika sekarang," imbuhnya.

Dalam tiga dekade sejak penyelidikan pemerintah atas kematian Aborigin dalam tahanan, ada 420 kasus lagi, menurut penghitungan Amnesty International, tanpa ada hukuman yang dicatat sebagai hasilnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!