Mali Punya Bukti Pasukan Prancis Latih Militan di Wilayahnya

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 07:09 WIB
“Tetapi Mali hanya menginginkan mitra yang dapat diandalkan, bertindak untuk kepentingan negara,” ujar dia.

Dia menambahkan, “Mali, sebagai negara berdaulat, memiliki hak untuk itu.”

Dalam pertikaian diplomatik antara Bamako dan Paris, Presiden Macron, berbicara kepada media Prancis, telah menyarankan bahwa pemerintahan sementara Mali saat ini bukanlah “bahkan satu pemerintahan.”

Maiga mengklaim bahwa tanpa keterlibatan Prancis, negara itu akan sejak lama dikuasai teroris.

Kementerian Luar Negeri Mali telah memanggil utusan Prancis untuk menyatakan “kemarahan dan ketidaksetujuan” atas pernyataan Macron.

Mali mendesak pihak berwenang Prancis untuk membangun hubungan berdasarkan “saling menghormati” dengan fokus pada perang melawan terorisme.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!