AS Menuntut Jawaban Atas Peracunan Alexei Navalny, Rusia Naik Pitam
Kamis, 07 Oktober 2021 - 00:09 WIB
"Rusia menyeru Washington untuk menyelesaikan program demiliterisasi kimia dan memenuhi kewajiban internasional dalam waktu terdekat, mengamankan dunia dari potensi penggunaan senjata jenis ini," pernyataan itu melanjutkan.
Baca juga: Belum Sepekan Pertemuan Biden-Putin, AS Kembali Jatuhkan Sanksi pada Rusia
Ketika dihubungi untuk memberikan komentar, juru bicara Departemen Luar Negeri AS merujuk Newsweek ke pernyataannya tentang mendukung permintaan internasional ke Rusia untuk menjawab pertanyaan tentang peracunan Novichok di bawah aturan OPCW.
Juru bicara itu mengatakan bahwa tidak ada impunitas untuk peracunan tersebut.
"Rusia harus menjawab pertanyaan sesuai dengan kewajibannya dan menjelaskan kepada masyarakat internasional apa yang telah dan sedang dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi penggunaan senjata kimia dari wilayah Rusia," ia menambahkan.
Navalny telah hilang dari hadapan publik sejak dipenjara dan Yayasan Anti Korupsinya, FBK, ditindas. Namun, Navalny dianggap sebagai favorit untuk Hadiah Nobel Perdamaian yang akan diumumkan pada hari Jumat. Memenangkan hadiah itu bisa menghembuskan kehidupan baru ke dalam gerakan oposisinya.
Baca juga: Biden Peringatkan Putin Konsekuensi 'Menghancurkan' Jika Navalny Mati di Penjara
Baca juga: Belum Sepekan Pertemuan Biden-Putin, AS Kembali Jatuhkan Sanksi pada Rusia
Ketika dihubungi untuk memberikan komentar, juru bicara Departemen Luar Negeri AS merujuk Newsweek ke pernyataannya tentang mendukung permintaan internasional ke Rusia untuk menjawab pertanyaan tentang peracunan Novichok di bawah aturan OPCW.
Juru bicara itu mengatakan bahwa tidak ada impunitas untuk peracunan tersebut.
"Rusia harus menjawab pertanyaan sesuai dengan kewajibannya dan menjelaskan kepada masyarakat internasional apa yang telah dan sedang dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi penggunaan senjata kimia dari wilayah Rusia," ia menambahkan.
Navalny telah hilang dari hadapan publik sejak dipenjara dan Yayasan Anti Korupsinya, FBK, ditindas. Namun, Navalny dianggap sebagai favorit untuk Hadiah Nobel Perdamaian yang akan diumumkan pada hari Jumat. Memenangkan hadiah itu bisa menghembuskan kehidupan baru ke dalam gerakan oposisinya.
Baca juga: Biden Peringatkan Putin Konsekuensi 'Menghancurkan' Jika Navalny Mati di Penjara
(ian)
Lihat Juga :