Dipasangi Sensor Bawaan, Lithuania Menyeru Warga Buang Ponsel China

Kamis, 23 September 2021 - 06:01 WIB
"Ini penting tidak hanya untuk Lithuania tetapi untuk semua negara yang menggunakan peralatan Xiaomi," ungkap National Cyber Security Center.

Produsen smartphone itu telah melonjak popularitasnya dengan meluncurkan banyak model yang terjangkau konsumen. Xiaomi melihat peningkatan pendapatan sebesar 64% pada kuartal kedua dibandingkan tahun sebelumnya.

Laporan itu juga menyoroti cacat pada ponsel P40 5G Huawei, yang menempatkan pengguna pada risiko pelanggaran keamanan siber.

“Toko aplikasi resmi Huawei, AppGallery, mengarahkan pengguna ke toko elektronik pihak ketiga di mana beberapa aplikasi telah dinilai oleh program anti-virus sebagai berbahaya atau terinfeksi virus,” ungkap pernyataan bersama Kementerian Pertahanan Lithuania dan Pusat Keamanan Siber Nasional Lithuania.

Juru bicara Huawei mengatakan kepada BBC bahwa mereka mematuhi undang-undang dan peraturan negara tempat perusahaan beroperasi, dan memprioritaskan keamanan siber serta privasi.

“Data tidak pernah diproses di luar perangkat Huawei,” ungkap juru bicara itu.

“AppGallery hanya mengumpulkan dan memproses data yang diperlukan untuk memungkinkan pelanggannya mencari, menginstal, dan mengelola aplikasi pihak ketiga, dengan cara yang sama seperti toko aplikasi lainnya,” papar juru bicara Huawei.

“Huawei juga melakukan pemeriksaan keamanan untuk memastikan pengguna hanya mengunduh aplikasi yang aman," katanya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!