Amerika Serikat Membuka Akses untuk Pelancong yang Divaksinasi Penuh

Selasa, 21 September 2021 - 07:01 WIB
Pembatasan AS awalnya diberlakukan pada pelancong dari China pada awal 2020, dan kemudian diperluas ke negara lain.

Aturan saat ini melarang masuk ke sebagian besar warga negara non-AS yang telah berada di Inggris, UE, China, India, Afrika Selatan, Iran, dan Brasil dalam 14 hari terakhir.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengatakan dia "senang" dengan aturan baru AS.

"Ini adalah dorongan yang fantastis untuk bisnis dan perdagangan, dan hebat bahwa keluarga dan teman-teman di kedua sisi kolam dapat bersatu kembali sekali lagi," tutur dia.

Saham maskapai naik sebagai tanggapan terhadap aturan perjalanan baru, dengan pemilik British Airways IAG naik sebanyak 10%.

CEO Virgin Atlantic Shai Weiss menyebut langkah itu sebagai "tonggak utama" untuk pemulihan perjalanan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!