Buku Saku Polisi Moral Taliban: Batasi Wanita, Jenggot Panjang, Pakai Kekuatan

Selasa, 21 September 2021 - 06:29 WIB
Shebani mengatakan, “Polisi moral Taliban kali ini akan berbeda dari era sebelumnya karena penciptaan kode tertulis yang akan fokus pada persuasi bukan kekerasan."

Baca juga: Istana Elysee: AS Tidak Pernah Sebut AUKUS, Tak Pernah Jawab Pertanyaan Prancis

Namun, The Guardian melaporkan pedoman baru Taliban menyetujui penggunaan kekuatan terhadap pelanggar yang paling tidak kooperatif.

Proses penanganan pelanggar secara berjenjang dijelaskan sebagai berikut, “Pertama, mendidik mereka, kemudian menekan mereka mengubah perilaku mereka. Jika mereka masih bandel, kekerasan mungkin menjadi pilihan.”

“Jika orang itu masih melanjutkan (perilaku menyinggung), dan ini dapat menyebabkan banyak masalah, maka Anda dapat menghentikannya dengan tangan Anda,” papar pedoman baru itu.

Taliban berjanji melindungi hak-hak perempuan. Namun, buku aturan tersebut menyatakan perempuan hanya diperbolehkan meninggalkan rumah mereka jika ditemani wali laki-laki. Kontak perempuan dengan laki-laki juga harus dibatasi pada keluarga dekat.

“Anda harus dengan sabar mencegah wanita pergi ke luar tanpa jilbab, dan tanpa wali laki-laki yang menemaninya,” papar buku saku itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!