Armenia-Azerbaijan Kembali Bertempur, Kini di Pengadilan PBB

Sabtu, 18 September 2021 - 00:31 WIB
Selama era Soviet, wilayah berpenduduk mayoritas Armenia memiliki status otonom di Azerbaijan. Ketegangan yang telah lama membara antara orang-orang Kristen Armenia dan sebagian besar Muslim Azeri memuncak saat Uni Soviet runtuh. Konflik pecah pada tahun 1988 ketika wilayah tersebut mencoba untuk bergabung dengan Armenia, dan meningkat menjadi perang setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, menyebabkan sekitar 30.000 orang tewas dan sekitar 1 juta orang mengungsi.

Pertempuran yang meletus lagi setahun lalu menewaskan ratusan orang, menjadikannya gejolak terbesar dalam konflik sejak 1994.

Armenia menuduh bahwa orang Azerbaijan melakukan pelanggaran berat terhadap konvensi diskriminasi rasial selama pertempuran tahun lalu, bahkan setelah gencatan senjata yang ditengahi Rusia mulai berlaku pada 10 November.

"Azerbaijan terus terlibat dalam pembunuhan, penyiksaan dan penyalahgunaan lainnya terhadap tawanan perang Armenia, sandera dan orang-orang yang ditahan lainnya," menurut pengadilan.

Azerbaijan diperkirakan akan mengajukan kasus serupa terhadap Armenia minggu depan di pengadilan yang sama.

Baca juga: Buat Provokasi, Pasukan Armenia Tembaki Tentara Azerbaijan Penjaga Perbatasan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!