Pangeran Saudi: AS Harusnya Tak Tarik Rudal Patriot dari Arab Saudi
Jum'at, 10 September 2021 - 10:51 WIB
AS meningkatkan kehadiran militernya di Arab Saudi pada 2019, mengerahkan dua baterai artileri rudal Patriot menyusul serangan terhadap fasilitas minyak negara itu. Washington menyalahkan Iran atas serangan itu, meskipun Teheran telah membantah tuduhan tersebut.
Pada bulan Juni tahun ini, beberapa media melaporkan bahwa Pentagon memutuskan untuk menarik aset pertahanan udara dari Timur Tengah, termasuk beberapa baterai rudal Patriot dari Arab Saudi.
"Menarik rudal Patriot dari kerajaan itu tidak menunjukkan niat Amerika yang dinyatakan akan membantu Arab Saudi mempertahankan diri dari musuh luar,” kata Pangeran Turki Al-Faisal.
Dia berharap AS akan memberikan jaminan komitmennya untuk mengerahkan “apa pun yang diperlukan” untuk menolong Arab Saudi.
Pangeran Turki Al-Faisal mengatakan Arab Saudi akan lebih memilih bantuan AS, tetapi juga mencari “dukungan lain” untuk meningkatkan pertahanan udaranya terhadap serangan dari Iran dan Houthi di Yaman.
Kerajaan itu mengatakan telah mencegat rudal-rudal balistik dan drone bersenjata yang ditembakkan Houthi dari pada hari Sabtu pekan lalu.
Sebuah koalisi militer Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi melakukan intervensi dalam perang saudara Yaman pada tahun 2015 dan terus berjuang dalam apa yang dilihat sebagai perang proksi dengan Iran.
Pada bulan Juni tahun ini, beberapa media melaporkan bahwa Pentagon memutuskan untuk menarik aset pertahanan udara dari Timur Tengah, termasuk beberapa baterai rudal Patriot dari Arab Saudi.
"Menarik rudal Patriot dari kerajaan itu tidak menunjukkan niat Amerika yang dinyatakan akan membantu Arab Saudi mempertahankan diri dari musuh luar,” kata Pangeran Turki Al-Faisal.
Dia berharap AS akan memberikan jaminan komitmennya untuk mengerahkan “apa pun yang diperlukan” untuk menolong Arab Saudi.
Pangeran Turki Al-Faisal mengatakan Arab Saudi akan lebih memilih bantuan AS, tetapi juga mencari “dukungan lain” untuk meningkatkan pertahanan udaranya terhadap serangan dari Iran dan Houthi di Yaman.
Kerajaan itu mengatakan telah mencegat rudal-rudal balistik dan drone bersenjata yang ditembakkan Houthi dari pada hari Sabtu pekan lalu.
Sebuah koalisi militer Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi melakukan intervensi dalam perang saudara Yaman pada tahun 2015 dan terus berjuang dalam apa yang dilihat sebagai perang proksi dengan Iran.
Lihat Juga :