AS Puji Taliban karena Bantu Banyak Warga AS Tinggalkan Kabul

Jum'at, 10 September 2021 - 07:42 WIB
Sebuah penerbangan dengan hampir 200 penumpang, termasuk warga AS dan Inggris serta warga Afghanistan yang berisiko, mendarat di Doha Kamis malam setelah dihalangi oleh Taliban.

Ada kontras tajam antara bahasa yang digunakan dalam pernyataan NSC dan komentar yang dibuat oleh diplomat tinggi AS sehari sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengungkapkan bahwa Taliban menahan penerbangan charter dari keberangkatan dan meminta kelompok itu untuk segera mengizinkan mereka pergi.

“Sampai sekarang, Taliban tidak mengizinkan penerbangan charter untuk berangkat. Mereka mengeklaim bahwa beberapa penumpang tidak memiliki dokumen yang diperlukan,” kata Blinken saat konferensi pers bersama dengan mitranya dari Jerman.

Namun Gedung Putih mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan melanjutkan upaya untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dan tertib bagi warga Amerika, penduduk tetap yang sah, dan warga Afghanistan yang bekerja untuk kami dan ingin meninggalkan Afghanistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!