Raisi: Iran Siap untuk Lanjutkan Pembicaraan Nuklir, Tapi Tidak di Bawah Tekanan Barat
Minggu, 05 September 2021 - 15:26 WIB
Bulan lalu, Prancis, Jerman, dan Inggris menyatakan "keprihatinan besar" atas penilaian pengawas nuklir PBB yang menunjukkan Iran telah memproduksi logam uranium yang diperkaya dengan kemurnian fisil 20 persen untuk pertama kalinya, dan meningkatkan kapasitas pengayaan uraniumnya menjadi 60 persen.
Tindakan-tindakan ini, menurut klaim negara-negara tersebut, merupakan pelanggaran serius terhadap komitmen Iran di bawah kesepakatan nuklir 2015, yang membatasi kemurnian pemurnian uranium Teheran menjadi 3,67 persen.
Selanjutnya, kekuatan Eropa menghukum Iran karena membatasi akses Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dengan menarik diri dari perjanjian pemantauan nuklir. Baca juga: Peralatan Militer AS yang Sebelumnya Milik Tentara Afghanistan Nongol di Iran
Pada gilirannya, Iran bersikeras bahwa program nuklirnya damai, bahwa mereka telah memberi tahu IAEA tentang operasinya dan bahwa setiap langkah menjauh dari perjanjian 2015 akan dibatalkan jika AS kembali ke perjanjian, dan mencabut sanksi.
Tindakan-tindakan ini, menurut klaim negara-negara tersebut, merupakan pelanggaran serius terhadap komitmen Iran di bawah kesepakatan nuklir 2015, yang membatasi kemurnian pemurnian uranium Teheran menjadi 3,67 persen.
Selanjutnya, kekuatan Eropa menghukum Iran karena membatasi akses Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dengan menarik diri dari perjanjian pemantauan nuklir. Baca juga: Peralatan Militer AS yang Sebelumnya Milik Tentara Afghanistan Nongol di Iran
Pada gilirannya, Iran bersikeras bahwa program nuklirnya damai, bahwa mereka telah memberi tahu IAEA tentang operasinya dan bahwa setiap langkah menjauh dari perjanjian 2015 akan dibatalkan jika AS kembali ke perjanjian, dan mencabut sanksi.
(ian)
Lihat Juga :