Taliban Bersiap Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan di Istana Kabul

Kamis, 02 September 2021 - 13:27 WIB
Legitimasi pemerintahan baru di mata para donor dan investor internasional akan sangat penting bagi perekonomian Afghanistan. Para analis mengatakan ekonomi negara itu kemungkinan akan runtuh setelah Taliban kembali berkuasa.

Pemimpin tertinggi Taliban memiliki tiga wakil: Mawlavi Yaqoob, putra mendiang pendiri gerakan itu Mullah Omar; Sirajuddin Haqqani yang jadi pemimpin jaringan Haqqani, dan Abdul Ghani Baradar, salah satu anggota pendiri kelompok tersebut.

Dewan kepemimpinan yang tidak dipilih rakyat adalah bagaimana Taliban menjalankan pemerintahan pertama mereka yang secara brutal menegakkan bentuk keras hukum Syariah versi mereka dari tahun 1996 hingga penggulingannya oleh pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2001.

Baca juga: AS Tinggalkan Helikopter Tak Berfungsi, Taliban Marah dan Merasa Dikhianati

Taliban telah mencoba untuk menampilkan wajah yang lebih moderat kepada dunia sejak mereka menyingkirkan pemerintah yang didukung AS dan kembali berkuasa bulan lalu. Mereka berjanji untuk melindungi hak asasi manusia dan menahan diri dari melakukan pembalasan terhadap musuh lama.

Tetapi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan lainnya meragukan jaminan tersebut, dengan mengatakan pengakuan formal terhadap pemerintah baru Afghanistan dan bantuan ekonomi yang akan mengalir bergantung pada tindakan Taliban.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!