Diancam AS, Turki Batal Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia
Selasa, 21 April 2020 - 15:12 WIB
Sementara itu, seorang pejabat senior Turki yang menolak disebutkan namanya memastikan bahwa pengaktifan S-400 yang semestinya dimulai April ini telah ditunda atau dibatalkan. Namun, pejabat itu mengklaim pembatalan operasional senjata tersebut karena Ankara sedang fokus memerangi pandemi virus corona baru, Covid-19.
"Tidak akan mundur pada keputusan untuk mengaktifkan S-400, (tetapi) karena Covid-19...rencana bagi mereka untuk siap pada bulan April akan ditunda," kata pejabat itu, seperti dikutip Reuters.
AS telah berulang kali menuntut agar Turki menyingkirkan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia dan membeli sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat sebagai penggantinya.
Ankara menolak untuk membuat konsesi mengenai pembelian S-400. Sebelumnya pada bulan Maret, Presiden Erdogan menyatakan bahwa S-400 akan mulai beroperasi di Turki pada bulan April 2020.
"Tidak akan mundur pada keputusan untuk mengaktifkan S-400, (tetapi) karena Covid-19...rencana bagi mereka untuk siap pada bulan April akan ditunda," kata pejabat itu, seperti dikutip Reuters.
AS telah berulang kali menuntut agar Turki menyingkirkan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia dan membeli sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat sebagai penggantinya.
Ankara menolak untuk membuat konsesi mengenai pembelian S-400. Sebelumnya pada bulan Maret, Presiden Erdogan menyatakan bahwa S-400 akan mulai beroperasi di Turki pada bulan April 2020.
(min)
Lihat Juga :